Pengelolaan dan produktivitas tanah sand dune

Tanah Pasir
Tanah pasir adalah tanah yang berasal dari batu pasir yang telah melapuk. Tanah ini sangat miskin unsur hara, tidak berstruktur, sedikit mengandung bahan organik dan kadar air di dalamnya sangat sedikit. Daya menahan air sangat kurang sehingga mudah tererosi. Tanah pasir terdapat di pantai barat Sumatra Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi. Tanah pasir yang terdapat di pantai berpasir disebut sand dune. Di daerah ini dipengaruhi oleh angin, seperti bukit pasir di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Sebagian besar persebarannya dekat daerah pantai maka suhu tanah tersebut menjadi tinggi.
Tanah bertekstur pasir sangat mudah diolah, tanah jenis ini memiliki aerasi (ketersediaan rongga udara) dan drainase yang baik, namun memiliki luas permukaan kumulatif yang relatif kecil, sehingga kemampuan menyimpan airnya sangat rendah atau tanahnya lebih cepat kering.

Perbandingan unsur hara yang terdapat pada jenis tekstur tanah
Tekstur
P
K
Ca
Fe2O3
MgO
Pasir
0,08
2,53
2,92
5,19
1,02
Debu
0,10
3,44
6,58
9,42
2,22
Liat
0,20
4,20
5,73
17,10
1,77

Tekstur tanah sangat berpengaruh pada proses pemupukan, terutama jika pupuk diberikan lewat tanah. Pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat. Tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar karena unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. Disamping itu aplikasi pemupukannya juga berbeda karena pada tanah berpasir pupuk tidak bisa diberikan sekaligus karena akan segera hilang terbawa air atau menguap.

Pengolahan tanah berpasir
            Lahan pasir memiliki kohesi dan konsistensi (ketahanan partikel dalam tanah terhadap pemisahan) sangat kecil. Sebagian besar ruang pori berukuran besar sehingga aerasinya baik, daya hantar cepat, tetapi kemampuan menyimpan air dan zat hara rendah. Dari segi kimia, tanah pasir cukup mengandung unsur fosfor (P) dan kalium (K) yang belum siap diserap tanaman, tetapi lahan pasir kekurangan unsur nitrogen (N), sehingga untuk memperbaiki keadaan tanah seperti ini diperlukan adanya pemupukan.
            Prinsip penggunaan pupuk tersebut adalah memanfaatkan kerja mikroorganisme tertentu dalam tanah yang berperan sebagai penghancur bahan organik, membantu proses mineralisasi atau bersimbiosis dengan tanaman dalam menambah unsur – unsur hara sehingga dapat memacu pertumbuhan tanaman. Teknik ini memberikan manfaat pada tanaman untuk bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik pada lahan berpasir melalui peningkatan ketersediaan unsur hara bagi tanaman, perbaikan kesuburan lahan dan peningkatan daya tahan terhadap kekeringan. Dengan pemupukan, maka tidak saja banyaknya zat makanan dalam pasir ditambah, namun kondisi tanah pun sedikit banyak mengalami perubahan. Sehingga gejala – gejala yang timbul akibat kekurangan unsur zat makanan seperti Nitrogen yang akan meyebabkan tubuh tanaman kurus, hijau pucat dan cepat meninggi dapat diatasi.
Penggunaan tanah  di lahan pasir pantai dapat memanfaatkan tanah lempung, abu vulkanis, endapan saluran sungai, kolam waduk ,bertujuan untuk meningkatkan jumlah koloid dalam tanah, khususnya penambahan  lempung. Peningkatan jumlah bahan halus dalam tanah akan bermanfaat terhadap peningkatan hara dan air dan berfungsi untuk menambah keliatan pasir atau mempermudah dalam teknik budidaya sehingga tanaman dapat tumbuh dengan normal.namun saat ini tanah liat sudah di gunakan lagi karena dalam teknik budidaya sudah di gantikan dengan pupuk organic atau tanah organik.
Bahan organik yang dapat diberikan di lahan pasir pantai dapat berupa pupuk kandang (sapi, kambing/domba dan unggas), kompos, pupuk hijau, dan blotong. Pemberin bahan organik dapat dilakukan dengan cara mencampur bahan organik ke dalam tanah atau pemberian bahan organik di permukaan tanah di sekitar tanaman. Bahan organik dapat diberikan ke lahan dalam kondisi sudah matang atau mentah.
Struktur tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman adalah kesesuaian antara kandungan hara makro dalam tanah. Unsur – unsur hara makro yang essensial dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pertumbuhan tanaman yaitu Nitrogen, Phospor, Kalium, Calsium, Magnesium dan Sulfur, selain itu, zat hara mikro dibutuhkan oleh tanaman tetapi tidak sepenting unsur hara makro. Tidak lengkapnya unsur hara makro dan mikro dapat mengakibatkan hambatan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan produktivitasnya.



Produktivitas tanah di sand dune
Hasil dari lahan pasir lebih sedikit dari pada hasil dari ladang karena pada lahan pasir hasil tanaman yang ditanam sedikit, hanya tanaman yang tahan dengan suhu yang panas yang bias bertahan sampai panen seperti kacang, gambas, timun dan lain-lain. Sedangkan dengan ladang banyak jenis tanaman yang bias ditanam di lahan tersebut .
Untuk keberlanjutan lahan pasir dan ladang dapat di kembangkan dengan menciptakan penganekaragaman tanaman untuk tanaman yang bisa bertahan di daerah pasir, sehingga lahan pasir dapat di manfaatkan secara maksimal. Selain itu penganekaragaman tanaman yang cocok di ladang, agar semakin banyak tanaman yang di tanam di ladang. Sehingga untuk kedepannya kedua lahan tersebut dapat menghasilkan tanaman yang dapat  memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang semakin meningkat .

Hasil dari lahan pasir umumnya tidak menentu dari pada ladang. Karena dalam penanaman di lahan pasir tidak serempak seperti di ladang. Hasil lahan pasir hasilnya akan  baik pada musim kemarau dan tanaman yang di tanama juga hanya bawang merah, cabai sedangkan disaat musim hujan untuk lahan pasir untuk panen  dirasa sulit, karena itensitas air sangat banyak sehingga membuat tanman banyak yang membusuk dan hasil panen menurun. Sehingga untuk lahan pasir hasil yang di peroleh tidak stabil, kadang bisa naik dan bias turun. Sedangkan pada ladang untuk penanamannya serentak karena untuk ladang sendiri tanaman yang sering ditanam tidak terlalu sulit seperti palawija, sehingga saat pemanenan dapat menghasilkan panen yang maksimal.

Komentar